METODE INKUIRI

METODE INKUIRI
A. Pengertian Metode Inkuiri
Kata inkuiri juga sering dinamakan heuriskin yang berasala dari bahasa yunani, yang memiliki arti saya menemukan. Metode inkuiri berkaitan dengan aktifitas pencarian pengetahuan dan pemahaman untuk memuaskan rasa ingin tahu sehingga siswa akan menjadi pemikir kreati yang mampu memecahkan masalah. Hal ini sejalan dengan pendapat Sabnjaya (2006 : 196) bahwa “metode inkuiri adalah sesuatu metode pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dsan menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan yang dipertanyakan”.
Sementara itu menurut Sagala (2004 : 34) yang mendefinisikan metode inkuiri sebagai berikut : “ metobe inkuiri merupakan metode pembelajaran yang berupaya menanamkan dasar-dasar berfikir ilmiah pada diri siswa yang berperan sebagai subyek belajar, sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kretifitas dalam memecahkan masalah “.
Sedangkan peaget (Mulyasa, 2008 : 108) mendefinisikan metode inkuiri sebagai berikut : “ metode inkuiri adalah metode yang mempersiapkan siswa pada situasi untuk melakukan exsperimen sendiri secara luas agar melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan mencari jawabannya sendiri, serta menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan yang lain, membandingkan apa yang ditemukannya dengan yang ditemukan peserta didik yang lain.
Sedangkan menurut Aziz (2007 : 92) memiliki definisi lain mengenai pengertian metode inkuiri sebagaimana yang tertulis sebagai berikut : metode inkuiri adalah metode yang menetapka dan menuntut guru untuk membantu siswa untuk menentukan sendiri data, fakta, dan informasi tersebut dari berbagai sumber agar dengan kegiatan itu dapat memberikan pengalaman kepada siswa. Pengalaman ini berguna dalam menghadapi dan memmecahkan masalah-masalah dalam kehidupannya.
Dalam proses pembelajaran melalui percobaan maupun exsperimen sehingga melatih siswa berkreatifitas dan dan berfikir kritis untuk menemukan sendiri suatu pengetahuan yang pada hakikatnya mampu menggunakan pengetanuannua tersebut dalam masalah yang dihadapinya.
Dalam penerapannya dalam bidang pendidikan, ada beberapa jenis metode inkuiri. Sabagaimana yang dikemukakan oleh Sund and Trowbridge (Mulyasa, 2006 : 109) bahwa :
Jenis-jenis metode inkuiri adalah sebagai berikut :
1. Inkuiri terpimpin (Guide inquiry)
Inkuiri terpimpin digunakan terutama bagi siswa yang belum mempunyai pengalaman belajar dengan metode inkuiri. Dalam hal ini guru memberikan bimbingan dan pengarahan yang cukup luas. Dalam pelakasanaannya, sebagian besar perencanaan dibuat oleh guru dan para siswa tidak merumuskan permasalahan.
2. Inkuiri bebas (free inquiry)
Pada inkuiri bebas siswa melakukan penelitian sendiri bagaimana seorang ilmuan. Pada pengajaran ini, siswa harus dapat mengidentifikasikan dan nerunuskan berbagai topik permasalahan yanh hendak diselidiki. Metodenya adalah inquiry role appoach yang melibatkan siswa dalam kelompok tertentu., setiap anggota kelompok tuga, memiliki tugas sebagai, misalnya koordintor kelompok, pembimbing teknis, pencatat data, dan pengevaluasi proses.
3. Inkuiri bebas yang dimodifikasi (modified ee inquiry) pada inkuiri ini guru memberikan permasalahan atua problem dan kemudian siswa diminta untuk memecahkan permasalahan tersebut melalui pengamatan, eksplorasi dan prosedur penelitian.
B. Karakteristik Inkuiri
Menurut sanjaya (2006 : 197) ada beberapa hal yang menjadi karakteristik utama dalam metode pembelajaran inkuiri, yaitu :
a. Metode inkuiri menekannkan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mancari dan menemukan. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pembelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi dari pembelajaran itu sendiri. Seluruh aktifittas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri ( self belief). Dengan demikian, metode pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar melainkan sebagai fasilisator dan motivator belajar siswa.
b. Tujuan dari penggunaan metode inkuiri dalam pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam metode inkuiri siswa tidak hanya dituntut agar menguasai materi pembelajaran, akan tetapi bagaiman mereka dapat menggunakan kemampuan yang dimilikinya secara optimal.
C. Komponen-Komponen Metode Inkuiri
Metode pembelajaran inkuiri memiliki beberapa komponen. Sebagaimana yang dikemukakan Garbon (2005 : 23) bahwa : Pembelajaran dengan metode inkuiri memiliki 5 komponen yang umum yaitu :
1) Question : pembelajaran biasanya dimulai dengan sebuah pertanyaan pembukaan yang memancing rasa ingin tahu siswa dan atau kekaguman siswa akan suatu fenomena.
2) Student Engangement : dalam metode inkuiri, keterlibatan aktif siswa merupakan suatu keharusan dalam menciptakan sebuah produk dalam mempelajari suatu konsep.
3) Cooperative interaction : siswa diminta untuk berkomunikasi, bekerja berpasangan atau dalam kelompok dan mendiskusikan berbagai gagasanm
4) Performance Evaluation : dalam menjawab parmasalahan, biasanya siswa diminta untuk membuat suatu produksi yang dapat menggambarkan pengetahuannya yang sedang dipecahkan. Melalui produk-produk ini guru melakukan evaluasi.
5) Variety of resources : siswa dapat menggunakan bermacam-macam sumber belajar. Misalnya buku teks, website, vidio, televisi, poster, wawancara dengan ahli dan lain sebagainya.
D. Prinsip-Prinsip Metode Inkuiri
Dalam pelaksanaan metode inkuiri dalam pembelajaran di kelas, ada beberpa prinsip-prinsip yang perlu menjadi fokus perhatian bagi seorang guru. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip tersebut, pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri diharapkan dapat terlaksana dengan maksimal sesuai dengan apa yaang telah direncanakan. Menurut Sanjaya (2006 : 199) ada beberpa prinsip yang harus diperhatikan oleh setiap guru dalam penggunaan metode inkuiri, yaitu :
a) Berorientasi pada pengembangan intelektual
Tujuan utama dari metode inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. Dengan demikian, metode ini selain beroriantasi kepada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar. Klarena itu kriteria keberhasilan dari proses pembelajaran dengan menggunakan metode inkuirir bukan ditentukan oleh sejauh mana siswa dapat menguasai materi pelajaran, akan tetapi sejauh mana siswa beraktifitas mencari dan menemukan sesuatu.
b) Prinsip interaksi
Pembelajaran adalah proses interaksi, baik interaksi antara siswa maupun interaksi siswa dengan guru, bahkan interaksi antara siswa dengan lingkungan. Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru sebagai pengatur lingkungan yang mengarahkan agar siswa bisa mengembangkan kemampuan berpikirnya melalui interaksi mereka.
c) Prinsip bertanya
Kemampuan guru dalam bertanya pada pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri sangat diperlukan. Sebab dengan memberikan pertanyaan kepada siswa akan melatih kemampuan berpikirnya. Oleh sebab itu, kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan, baik bertanya untuk melacak maupun bertanya untuk menguji kemampuan.
d) Prinsip belajar untuk berpikir
Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar adalah proses berpikir (learning how to think), yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak, baik otak kiri maupun otak kanan, baik otak reptil, otak limbik, maupun otak neokortek.
e) Prinsip keterbukaan
Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang menyediakan berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya. Dalam metode inkuiri, tugas guru adalah menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan hipotesisnya dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan.
Berdasarkan pendapat diatas, maka seorang guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip tersebut sehingga pembelajaran yang telah dirancang untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas dapat berjalan secara optimal.
E. Langkah-Langkah Metode Inkuiri
Menurt sanjaya (2006 : 201) mengemukakan secara umum bahwa proses pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
 Orientasi
Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif sehingga dapat merangsang dan mengajak untuk berpikir memecahkan masalah. Keberhasilan metode inkuiri sangat tergantung pada kemauan siswa untuk beraktifitas menggunakan kemampuannya dalam memecahkan masalah.
 Merumuskan masalah
Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk berpikir dalam mencari jawaban yang tepat. Proses mencari jawaban itulah yang sangat penting dalam metode inkuiri, siswa akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai upaya mengembangkan mental melalui proses berpikir. Mengutip dari pendapat Sanjaya (2006 : 202) yang mengemukakan bahwa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan masalah, di antaranya :
a. Masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh siswa. Dengan demikian, guru hendaknya tidak merumuskan sendiri masalah pembelajaran, guru hanya memberikan topik yang akan dipelajari, sedangkan bagaiman rumusan masalah yang sesuai dengan topik yang telah ditentukan sebaiknya diserahkan kepada siswa.
b. Masalah yang dikaji adalah masalah yang mengandung jawaban yang pasti. Artinya, guru perlu mendorong agar siswa dapat merumuskan maslah yang menurut guru jawabannya sudah ada, tinggal siswa mencari dan mendapatkan jawabannya secara pasti.
c. Konsep-konsep dalam masalah adalah konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh siswa. Artinya, sebelum masalah itu dikaji melalui proses inkuiri, terlebih dahulu guru perlu yakin terlebih dahulu bahwa siswa sudah neniliki pemahaman tentang konsep-konsep yang ada dalam rumusan masalah.
 Mengajukan hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang di kaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu di uji kebenarannya. Dalam langkah ini, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya sesuai dengan permasalahan yang telah diberikan. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam memberikan hipotesis adalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat mengajukan jawaban sementara. Selain itu, kemampuan berpikir yang ada pada diri siswa akan sangat dipengaruhi oleh kedalaman wawasan yang dimiliki serta keluasan pengalaman. Dengan demikian, setiap siswa yang kurang mempunyai wawasan akan sulit mengembangkan hipotesis yang rasional dan logis.
 Mengumpulkan data
Mengumpulkan data adalah aktifitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Kegiatan mengumpulkan data meliputi percodaan atau eksperimen. Dalam metode inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Oleh sebab itu, tugas dan peran guru dalam tahap ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan.
 Menguji hipotesis
Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Yang terpenting dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikan siswa. Disamping itu, menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional.
 Merumuskan kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Merumuskan kesimpulan merupakan hal yang utama dalam pembelajaran, karena banyaknya data yang diperoleh menyebabkan kesimpulan yang dirumuskan tidak fokus terhadap masalah yang hendak bi pecahkan. Oleh karena itu, untuk mencapaikan kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana yang relevan.
F. Kelebihan Dan Kekurangan Dari Metode Inkuiri
Metode inkuiri merupakan salah satu metode yang sangat dianjurkan untuk diterapkan dalam proses pembelajaran, sebab metode inkuiri sebagai metode pembelajaran memiliki beberapa keunggulan. Sebaimana yang dikemukakan oleh sanjaya (2006 : 2008) bahwa metode inkuiri memiliki beberapa keunggulan, diantaranya :
• Kelebihan
a. Metode inkuiri merupakan metode pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor, secara seimbang sehingga pembelajaran akan lebih bermakna.
b. Metode inkuiri memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar meraka.
c. Metode inkuiri merupakan metode yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perudahan tingkah laku berkat adanya perubahan.
d. Keuntungan lain adalah metode pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan belajar yang bagus tidak akan terlambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.
• Kekurangan
a. Jika metode inkuiri digunakan sebagai metode pembelajaran, maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
b. Metode ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.
c. Dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
d. Selama kriteria keberhasilan ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka metode inkuiri akan sulit diimplemintasikan oleh setiap guru.

Sedangkan menurut Trisno 2008 (www.eleaming –jogja,19-5-2009) ada beberapa kelebihan dan pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri.
• Kelebihan
a. Pengajaran berpusat pada diri pembelajar.
b. Dalam proses belajar inkuiri, pembelajar tidak hanya belajar konsep dan prinsip, tetapi hanya belajar konsep dan prinsip, tetapi juga mengalami proses belajar tentang pengarahan diri, pengendalian diri, tanggung jawab dan komunikasi sosial secara terpadu.
c. Pengajaran inkuiri dapat membentuk self concept (konsep diri).
d. Dapat memberi waktu kepada pembelajar untuk mengasimilasi dan mengakomodasi informasi.
e. Dapat menghindarkan pembelajar dari cara-cara belajar tradisional yang bersifat membosankan.
• Kelemahan
a. Diperlukan keharusan kesiapan mental untuk cara belajar
b. Kalau pendekatan inkuiri diterapkan dalam kelas dengan jumlah siswa yang besar, kemungkinan besar tidak berhasil
c. Siswa yang terbiasa belajar dengan pengajaran tradisional yang telah dirancang guru, biasanya agak sulit untuk memberi dorongan. Lebih-lebih kalau harus belajar mandiri.
d. Dampaknya dapat mengecewakan guru dan siswa sendiri.
e. Lebih mengutamakan dan mementingkan pengertian, sikap dan keterampilan memberi kesan terlalu idealis.
f. Ada kesan dananya terlalu banyak, lebih-lebih kalau penemuaannya kurang berhasil hanya merupakan suatu pemborosan belaka.
Berdasarkan beberapa pendapat diatas maka guru hendaknya memperhatikan beberapa procedural dan memiliki pengetahuan yang lebih mendalam mengenai metode inkuiri sehingga segala kekurangan yang terdapat dalam metode ini dapat teratasi.

 

 

 

Iklan

METODE INKUIRI

METODE INKUIRI

  1. A.   Pengertian Metode Inkuiri

Kata inkuiri juga sering dinamakan heuriskin yang berasala dari bahasa yunani, yang memiliki arti saya menemukan. Metode inkuiri berkaitan dengan aktifitas pencarian pengetahuan dan pemahaman untuk memuaskan rasa ingin tahu sehingga siswa akan menjadi pemikir kreati yang mampu memecahkan masalah. Hal ini sejalan dengan pendapat Sabnjaya (2006 : 196) bahwa “metode inkuiri adalah sesuatu metode pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dsan menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan yang dipertanyakan”.

Sementara itu menurut Sagala (2004 : 34) yang mendefinisikan metode inkuiri sebagai berikut : “ metobe inkuiri merupakan metode pembelajaran yang berupaya menanamkan dasar-dasar berfikir ilmiah pada diri siswa yang berperan sebagai subyek belajar, sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kretifitas dalam memecahkan masalah “.

Sedangkan peaget (Mulyasa, 2008 : 108)  mendefinisikan metode inkuiri  sebagai berikut : “ metode inkuiri adalah metode yang mempersiapkan siswa pada situasi untuk melakukan exsperimen sendiri secara luas agar melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan mencari jawabannya sendiri, serta menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan yang lain, membandingkan apa yang ditemukannya dengan yang ditemukan peserta didik yang lain.

Sedangkan menurut Aziz (2007 : 92) memiliki definisi lain mengenai pengertian metode inkuiri sebagaimana yang tertulis sebagai berikut : metode inkuiri adalah  metode yang menetapka dan menuntut guru untuk membantu siswa untuk menentukan sendiri data, fakta, dan informasi tersebut dari berbagai sumber agar dengan kegiatan itu dapat memberikan pengalaman kepada siswa. Pengalaman ini berguna dalam menghadapi dan memmecahkan masalah-masalah dalam kehidupannya.

Dalam proses pembelajaran melalui percobaan maupun exsperimen sehingga melatih siswa berkreatifitas dan dan berfikir kritis untuk menemukan sendiri suatu pengetahuan yang pada hakikatnya mampu menggunakan pengetanuannua tersebut dalam masalah yang dihadapinya.

Dalam penerapannya dalam bidang pendidikan, ada beberapa jenis metode inkuiri. Sabagaimana yang dikemukakan oleh Sund and Trowbridge (Mulyasa, 2006 : 109) bahwa :

Jenis-jenis metode inkuiri adalah sebagai berikut :

  1. Inkuiri terpimpin (Guide inquiry)

Inkuiri terpimpin digunakan terutama bagi siswa yang belum mempunyai pengalaman belajar dengan metode inkuiri. Dalam hal ini guru memberikan bimbingan dan pengarahan yang cukup luas. Dalam pelakasanaannya, sebagian besar perencanaan dibuat oleh guru dan para siswa tidak merumuskan permasalahan.

  1. Inkuiri bebas (free inquiry)

Pada inkuiri bebas siswa melakukan penelitian sendiri bagaimana seorang ilmuan. Pada pengajaran ini, siswa harus dapat mengidentifikasikan dan nerunuskan berbagai topik permasalahan yanh hendak diselidiki. Metodenya adalah inquiry role appoach yang melibatkan siswa dalam kelompok tertentu., setiap anggota kelompok tuga, memiliki tugas sebagai, misalnya koordintor kelompok, pembimbing teknis, pencatat data, dan pengevaluasi proses.

  1. Inkuiri bebas yang dimodifikasi (modified ee inquiry) pada inkuiri ini guru memberikan permasalahan atua problem dan kemudian siswa diminta untuk memecahkan permasalahan tersebut melalui pengamatan, eksplorasi dan prosedur penelitian.
  2. B.   Karakteristik Inkuiri

Menurut sanjaya (2006 : 197) ada beberapa hal yang menjadi karakteristik utama dalam metode pembelajaran inkuiri, yaitu :

  1. Metode inkuiri menekannkan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mancari dan menemukan. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pembelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi dari pembelajaran itu sendiri. Seluruh aktifittas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri ( self belief). Dengan demikian, metode pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar melainkan sebagai fasilisator dan motivator belajar siswa.
  2. Tujuan dari penggunaan metode inkuiri dalam pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam metode inkuiri siswa tidak hanya dituntut agar menguasai materi pembelajaran, akan tetapi bagaiman mereka dapat menggunakan kemampuan yang dimilikinya secara optimal.
  3. C.   Komponen-Komponen Metode Inkuiri

Metode pembelajaran inkuiri memiliki beberapa komponen. Sebagaimana yang dikemukakan Garbon (2005 : 23) bahwa : Pembelajaran dengan metode inkuiri memiliki 5 komponen yang umum yaitu :

1)      Question : pembelajaran biasanya dimulai dengan sebuah pertanyaan pembukaan yang memancing rasa ingin tahu siswa dan atau kekaguman siswa akan suatu fenomena.

2)      Student Engangement : dalam metode inkuiri, keterlibatan aktif siswa merupakan suatu keharusan dalam menciptakan sebuah produk dalam mempelajari suatu konsep.

3)      Cooperative interaction : siswa diminta untuk berkomunikasi, bekerja berpasangan atau dalam kelompok dan mendiskusikan berbagai gagasanm

4)      Performance Evaluation : dalam menjawab parmasalahan, biasanya siswa diminta untuk membuat suatu produksi yang dapat menggambarkan pengetahuannya yang sedang dipecahkan. Melalui produk-produk ini guru melakukan evaluasi.

5)      Variety of resources : siswa dapat menggunakan bermacam-macam sumber belajar. Misalnya buku teks, website, vidio, televisi, poster, wawancara dengan ahli dan lain sebagainya.

  1. D.   Prinsip-Prinsip Metode Inkuiri

Dalam pelaksanaan metode inkuiri dalam pembelajaran di kelas, ada beberpa prinsip-prinsip yang perlu menjadi fokus perhatian bagi seorang guru. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip tersebut, pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri diharapkan dapat terlaksana dengan maksimal sesuai dengan apa yaang telah direncanakan. Menurut Sanjaya (2006 : 199) ada beberpa prinsip yang harus diperhatikan oleh setiap guru dalam penggunaan metode inkuiri, yaitu :

a)      Berorientasi pada pengembangan intelektual

Tujuan utama dari metode inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. Dengan demikian, metode ini selain beroriantasi kepada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar. Klarena itu kriteria keberhasilan dari proses pembelajaran dengan menggunakan metode inkuirir bukan ditentukan oleh sejauh mana siswa dapat menguasai materi pelajaran, akan tetapi sejauh mana siswa beraktifitas mencari dan menemukan sesuatu.

b)      Prinsip interaksi

Pembelajaran adalah proses interaksi, baik interaksi antara siswa maupun interaksi siswa dengan guru, bahkan interaksi antara siswa dengan lingkungan. Pembelajaran sebagai proses  interaksi berarti menempatkan guru sebagai pengatur lingkungan yang mengarahkan agar siswa bisa mengembangkan kemampuan berpikirnya melalui interaksi mereka.

c)      Prinsip bertanya

Kemampuan guru dalam bertanya pada pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri sangat diperlukan. Sebab dengan memberikan pertanyaan kepada siswa akan melatih kemampuan berpikirnya. Oleh sebab itu, kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan, baik bertanya untuk melacak maupun bertanya untuk menguji kemampuan.

d)      Prinsip belajar untuk berpikir

Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar adalah proses berpikir (learning how to think), yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak, baik otak kiri maupun otak kanan, baik otak reptil, otak limbik, maupun otak neokortek.

e)      Prinsip keterbukaan

Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang menyediakan berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya. Dalam metode inkuiri, tugas guru adalah menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan hipotesisnya dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan.

                                    Berdasarkan pendapat diatas, maka seorang guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip tersebut sehingga pembelajaran yang telah dirancang untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas dapat berjalan secara optimal.

  1. E.     Langkah-Langkah Metode Inkuiri

Menurt sanjaya (2006 : 201) mengemukakan secara umum bahwa proses pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

  • Orientasi

Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif sehingga dapat merangsang dan mengajak untuk berpikir memecahkan masalah. Keberhasilan metode inkuiri sangat tergantung pada kemauan siswa untuk beraktifitas menggunakan kemampuannya dalam memecahkan masalah.

  • Merumuskan masalah

Merumuskan masalah  merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk berpikir dalam mencari jawaban yang tepat. Proses mencari jawaban itulah yang sangat penting dalam metode inkuiri, siswa akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai upaya mengembangkan mental melalui proses berpikir. Mengutip dari pendapat Sanjaya (2006 : 202) yang mengemukakan bahwa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan masalah, di antaranya :

  1. Masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh siswa. Dengan demikian, guru hendaknya tidak merumuskan sendiri masalah pembelajaran, guru hanya memberikan topik yang akan dipelajari, sedangkan bagaiman rumusan masalah yang sesuai dengan topik yang telah ditentukan sebaiknya diserahkan kepada siswa.
  2. Masalah yang dikaji adalah masalah yang mengandung jawaban yang pasti. Artinya, guru perlu mendorong agar siswa dapat merumuskan maslah yang menurut guru jawabannya sudah ada, tinggal siswa mencari dan mendapatkan jawabannya secara pasti.
  3. Konsep-konsep dalam masalah adalah konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh siswa. Artinya, sebelum masalah itu dikaji melalui proses inkuiri, terlebih dahulu guru perlu yakin terlebih dahulu bahwa siswa sudah neniliki pemahaman tentang konsep-konsep yang ada dalam rumusan masalah.
  • Mengajukan hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang di kaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu di uji kebenarannya. Dalam langkah ini, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya sesuai dengan permasalahan yang telah diberikan. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam memberikan hipotesis adalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat mengajukan jawaban sementara. Selain itu, kemampuan berpikir yang ada pada diri siswa akan sangat dipengaruhi oleh kedalaman wawasan yang dimiliki serta keluasan pengalaman. Dengan demikian, setiap siswa yang kurang mempunyai wawasan akan sulit mengembangkan hipotesis yang rasional dan logis.

  • Mengumpulkan data

Mengumpulkan data adalah aktifitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Kegiatan mengumpulkan data meliputi percodaan atau eksperimen. Dalam metode inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Oleh sebab itu, tugas dan peran guru dalam tahap ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan.

  • Menguji hipotesis

Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Yang terpenting  dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikan siswa. Disamping itu, menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional.

  • Merumuskan kesimpulan

Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Merumuskan kesimpulan merupakan hal yang utama dalam pembelajaran, karena banyaknya data yang diperoleh menyebabkan kesimpulan yang dirumuskan tidak fokus terhadap masalah yang hendak bi pecahkan. Oleh karena itu, untuk mencapaikan kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana yang relevan.

  1. F.    Kelebihan Dan Kekurangan Dari Metode Inkuiri

Metode inkuiri merupakan salah satu metode yang sangat dianjurkan untuk diterapkan dalam proses pembelajaran, sebab metode inkuiri sebagai metode pembelajaran memiliki beberapa keunggulan. Sebaimana yang dikemukakan oleh sanjaya (2006 : 2008) bahwa metode inkuiri memiliki beberapa keunggulan, diantaranya :

  • Kelebihan
  1. Metode inkuiri merupakan metode pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor, secara seimbang sehingga pembelajaran akan lebih bermakna.
  2. Metode inkuiri memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar meraka.
  3. Metode inkuiri merupakan metode yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perudahan tingkah laku berkat adanya perubahan.
  4. Keuntungan lain adalah metode pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan belajar yang bagus tidak akan terlambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.
  • Kekurangan
  1. Jika metode inkuiri digunakan sebagai metode pembelajaran, maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
  2. Metode ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.
  3. Dalam mengimplementasikannya,  memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
  4. Selama kriteria keberhasilan ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka metode inkuiri akan sulit diimplemintasikan oleh setiap guru.

 

Sedangkan menurut Trisno 2008 (www.eleaming –jogja,19-5-2009) ada beberapa kelebihan dan pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri.

  • Kelebihan
  1. Pengajaran berpusat pada diri pembelajar.
  2. Dalam proses belajar inkuiri, pembelajar tidak hanya belajar konsep dan prinsip, tetapi hanya belajar konsep dan prinsip, tetapi juga mengalami proses belajar tentang pengarahan diri, pengendalian diri, tanggung jawab dan komunikasi sosial secara terpadu.
  3. Pengajaran inkuiri dapat membentuk self concept (konsep diri).
  4. Dapat memberi waktu kepada pembelajar untuk mengasimilasi dan mengakomodasi informasi.
  5. Dapat menghindarkan pembelajar dari cara-cara belajar tradisional yang bersifat membosankan.
  • Kelemahan
  1. Diperlukan keharusan kesiapan mental untuk cara belajar
  2. Kalau pendekatan inkuiri diterapkan dalam kelas dengan jumlah siswa yang besar, kemungkinan besar tidak berhasil
  3. Siswa yang terbiasa belajar dengan pengajaran tradisional yang telah dirancang guru, biasanya agak sulit untuk memberi dorongan. Lebih-lebih kalau harus belajar mandiri.
  4. Dampaknya dapat mengecewakan guru dan siswa sendiri.
  5. Lebih mengutamakan dan mementingkan pengertian, sikap dan keterampilan memberi kesan terlalu idealis.
  6. Ada kesan dananya terlalu banyak, lebih-lebih kalau penemuaannya kurang berhasil hanya merupakan suatu pemborosan belaka.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas maka guru hendaknya memperhatikan beberapa procedural dan memiliki pengetahuan yang lebih mendalam mengenai metode inkuiri sehingga segala kekurangan yang terdapat dalam metode ini dapat teratasi.